Rabu, 15 April 2015

BEDA ITU INDAH

Selasa, 14 April 2015

BELAJAR DARI SANG PENGGEMBALA

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Nabi saw bersabda " setiap kalian adalah penggembala" Pada dasarnya, hadist di atas berbicara tentang etika kepemimpinan dalam Islam. Dalam hadist dijelaskan bahwa etika paling pokok dalam kepemimpinan adalah tanggung jawab. Semua manusia yang hidup di muka bumi ini adalah pemimpin, karenanya sebagai pemimpin mereka memikul tanggung jawab, sekurang-kurangnya terhadap diri mereka sendiri. Seorang suami bertanggung jawab atas istrinya, seorang bapak bertanggung jawab atas istri dan anak-anaknya, seorang majikan bertanggungjawab atas pembantunya, seorang raja bertanggung jawab atas rakyatnya dan sebagainya. akan tetapi tanggung jawab disini bukan hanya sekedar melaksanakan kemudian ditinggalkan begitu saja, melainkan harus ada dampak bagi yang dipimpinnya.Yaitu seorang pemimpin harus berupaya untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pihak yang dipimpinnya,
Pada hadist tersebut kata Ro'a secara bahasa adalah gembala, dan kata Ro'in berarti penggembala, maka ibarat penggembala, maka ia harus merawat, menjaga, memberi makan mencarikan tempat berteduh binatang-binatang yang ia gembala. Singkat kata siapapun yang menjadi pemimpin maka ia harus berani bertanggung jawab atas pihak yang dipimpinnya.  
Dalam hadist ini cerita gembala hanya sebuah tamsil (contoh) dan manusia tentu berbeda dengan binatang, sehingga menggembala manusia tidak sama dengan menggembala binatang, akal yang diberikan Tuhan merupakan kelebihan tersendiri yang seharusnya manusia mampu mempergunakannya pada posisi yang tepat, dalam arti setidaknya ia harus mampu menggembala diri sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Inilah yang dimaksud sabda Nabi saw " setiap kalian adalah penggembala"   

Sabtu, 11 April 2015

BAITY JAN-NATY

Ketika kita lihat sejarah kehidupan Nabi saw yang serba sederhana, rumahnya pun sempit segala sesuatu serba sederhana  tapi beliau mampu menjamin keluarganya sehingga beliau mengucapkan perkataannya dengan dua kalimat yaitu "BAITY JAN-NATY" rumahku adalah surga ku. Kenapa demikian? karena motivasinya adalah agama, yang menuntun keluarganya, Beliau menikah semata hanya karena agama bukan hawa nafsu sehingga motivasi agama tersebut terbentuk saling pengertian dan dari saling pengertian tumbuh ketengan dan ketenangan menuju pada tangga utama yang dicapai yaitu pintu kebahagiaan. betapa bahagianya rumah tangga Nabi saw. tidakkah rumah tangga kita seperti rumah tangga Nabi?

Jumat, 10 April 2015

PERANAN AKHLAK DALAM BERIBADAH



Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah R A. Nabi saw bersabda "hanya saja aku diutus untuk menyempurnakan akhlak" . Dalam hadist ini baginda Nabi saw tidak menyatakan bahwa diutusnya aku untuk mengajarkan shalat atau ibadah-ibadah lainnya. tapi justru untuk menyempurnakan akhlak. Hal ini mengisyaratkan bahwa betapa peran akhlak itu sangat mempengaruhi semua aspek ibadah, Ibadah apapun yang dilakukan maka harus didasari dengan akhlak, tanpa ada akhlak dalam ibadah, maka tidak akan merasakan dampak yang positif dari ibadah yang dilakukan. Sebagai contoh, dalam firman-Nya Allah swt menjelaskan "sesungguhnya shalat itu akan mencegah dari perbuatan keji dan mungkar" . ِ(Q S. al-ankabut, 45). Shalat yang mampu mencegah dari keji dan mungkar adalah yang dilakukan dengan didasari akhlak. Diantara akhlak-akhlak shalat adalah:     A. Di dalam shalat 
1. Memahami makna-makna shalat itu
2. Khusu' dan tawadhu 
3. Yakin akan kebesaran Tuhan 
B. Di luar shalat 
1. Bersikap sebagaimana orang yang melaksanakan ibadah shalat
2. Tidak merasa bahwa dirinya yang paling benar
3. Selalu rendah hati 
Itulah diantara akhlak-akhlak shalat, tanpa peranan akhlak dalam ibadah, maka ibadah apapun tidak akan mampu merubah sikap. insya Allah kita bisa mengamalkannya.  

Selasa, 07 April 2015

PENTINGNYA IMAN DAN AMAL SALEH


Ketikan seorang hamba kaya raya kemudian beribadah dan taat kepada Allah maka kekayaannya bukanlah jawaban yang tepat untuk dijadikan alasan ia beribadah dan taat, karena tidak sedikit hamba yang diberi kekayaan bukannya beribadah malah justru sebaliknya bermaksiat kepada Allah. Qorun adalah contoh seorang hamba yang maksiat dengan hartanya, yang Allah abadikan dalam Al-qur'an surat Al-qasas ayat 76
Ketika seorang hamba berkuasa lantas dengan kekuasaannya ia beribadah kepada Allah. maka kekuasaannya bukanlah hal yang tepat untuk dijadikan alasan ia beribadah kepada Allah. Fir'aun adalah contoh penguasa yang zalim yang Allah abadikan dalam Al-qur'an surat Al-qasas ayat 1-6
Ketika seorang hamba diberikan umur yang panjang kemudian rajin beribadah dan taat kepada Allah maka umur yang panjang bukanlah alasan yang tepat untuk dijadikan alasan ia beribadah kepada Allah, karena banyak hamba yang panjang umurnya malah bermaksiat dan durhaka
Ketika seorang hamba diberikan sehat lalu beribadah dan taat kepada Allah, maka sehat bukanlah hal yang tepat untuk dijadikan alasan ia beribadah karena banyak yang Allah berikan kesehatan justru malah bermaksiat.
Lalu apa jawaban yang tepat dari semua itu?
Jawaban yang tepat dari semuanya adalah karena ada IMAN didalam hatinya, 
Seorang kaya raya tanpa iman maka ia akan hancur, seorang pengusaha tanpa iman akan musnah Maka iman yang telah Allah berikan, kita harus benar-benar menjaganya dengan melakukan amal-amal shaleh      

TERSIRAT MAKNA TARBIYYAH DALAM IBADAH


Dalam agama Islam ada istilah kata ibadah, ibadah dari kata 'abada yang artinya mengabdi. Dalam firman-Nya Tuhan menyatakan " dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk mengabdi kepada-Ku" QS Azd-zdariyyaat ayat 56.
Dalam ayat ini tuhan menekankan terhadap manusia dan jin agar senantiasa memperhatikan yang namanya ibadah sehingga segala aspek kehidupan yang dijalaninya bernilai ibadah. Ibadah yang Tuhan perintahkan terasa sangat berat untuk dilakukan oleh kebanyakan manusia yang belum merasakan nikmatnya ibadah, padahal dalam ibadah yang tuhan perintahkan tersirat makna tarbiyah atau pelatihan dengan secara tidak langsung tuhan ajarkan kepada manusia.
Diantara ibadah-ibadah yang Tuhan perintahkan kepada manusia adalah
1. shalat, sebelum shalat kita diwajibkan untuk 
 a. berwudhu dalam pelaksanaan berwudhu ada mencuci telapak tangan, itu artinya Tuhan             mengajarkan kepada manusia agar selalu menjaga tangannya dari perbuatan dosa, yaitu maling, menyakiti orang dan lain-lain.
b, dalam berwudhu juga ada berkumur, itu artinya Tuhan mengajarkan manusia agar menjaga mulutnya jangan sampai ada hati yang merasa sakit gara-gara mulut itu
d. dalam shalat diawali dengan takbiratul-ikhram dengan kalimat Allahu akbar, itu artinya Tuhan mengajarkan manusia bahwa yang besar dan agung hanya Allah satu-satunya, maka tidak pantas bagi manusia merasa sombong dan takabur dengan alasan apapun 
2. puasa, Tuhan mengajarkan kepada manusia agar merasakan kepedihan dan penderitaan orang lain
3. zakat. Tuhan mengajarkan kepada manusia supaya tidak serakah dengan apa yang ia miliki (harta)
4. haji , Tuhan mengajarkan kepada Manusia bahwa kehidupan ini hanya sementara.
Semuanya ada nilai tarbiyah dan pelajaran dari Tuhan,

      

Rabu, 01 April 2015

PERINTAH IBADAH SEBAGAI BENTUK KASIH SAYANG TUHAN TERHADAP HAMBANYA

Ibadah merupakan salah satu konsep yang ditugaskan Oleh Tuhan kepada manusia, dengan adanya konsep ini maka muara manusia semakin jelas dan terarah, sebaliknya tanpa adanya konsep ibadah muara serta tujuan manusia tidak jelas dan tidak terarah, Dalam islam ibadah yang diperintahkan Oleh Tuhan menuntun umatnya kepada kesadaran diri, sadar bahwa hidup ini hanya sementara, sadar bahwa semua makhluk yang Tuhan ciptakan tidak ada yang kekal termasuk manusia, sadar bahwa semua makhluk akan kembali kepada Tuhannya. Dengan demikian dalam konsep islam ibadah merupakan bekal untuk menuju kepada pangkuan Tuhan. Islam menyadari bahwa ketika seseorang kembali pada pangkuan Tuhan tanpa dibekali dengan amal ibadah maka dipastikan tidak akan mendapat keuntungan dihadapan Tuhan. Maka dengan adanya konsep ibadah yang Tuhan perintahkan bisa dipahami bahwa betapa Tuhan sangat sayang terhadap hambanya  sehingga Tuhan membuat konsep yang menjadikan hambanya selamat dunia akhirat